Menempuh pendidikan di luar negeri merupakan dambaan bagi semua orang. Merasakan kuliah di luar negeri disamping sebagai pemenuhan pendidikan bagi setiap insan juga menjadi wahana penaikan status pendidikan bagi seseorang. Kuliah di luar negeri juga memberi satu pengalaman yang tidak semua orang bisa mencicipinya. Pendidikan bertaraf internasional, jaringan atau teman yang berasal dari berbagai negara, pengalaman yang baru, fasilitas yang sangat memadai, penguasaan bahasa internasional yang lebih baik, dan mengenal serta mempelajari kebudayaan dan kehidupan masyarakatnya menjadi satu kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang melanjutkan studinya di luar negeri. Tentunya hal-hal tersebut tidak semuanya bisa kita peroleh apabila melaksanakan studi di universitas di dalam negeri.
Apabila kita melihat tokoh dan aktivis mahasiswa di dalam negeri dari awal perjuangannya pada tahun 1908 hingga saat ini, banyak bermunculan dan terkenang dalam catatan tinta emas sejarah perjuangan bangsa Indonesia seperti Soekarno yang memotori Indonesische-Studi Club di tahun 1925, Moehammad Yamin dengan rumusan sumpah pemuda di tahun 1928, Chairul Saleh dan Soekarni yang dikenal dengan menculik Soekarno dan Mohd Hatta ke Rengasdengklok agar segera menyusun naskah dan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Arif Rahman Hakim dan Hariman Siregar sebagai aktivis MALARI tahun 1966.
Peran mereka sebagai mahasiswa pada saat itu bukan hanya sekedar duduk dan mendengarkan dosen berbicara. Mereka merasakan dan menyadari keprihatinan akan keadaaan Indonesia, mereka berjuang dan cita-cita mereka hanya satu, memberi kontribusi yang besar bagi perubahan Indonesia yang lebih baik dan bermartabat. Perjuangan mahasiswa dalam memberi perubahan di Indonesia bukan hanya dilaksanakan oleh aktivis mahasiswa di dalam negeri saja. Justru kemerdekaan Indonesia yang didapat hingga saat ini banyak dipengaruhi oleh peran aktivis mahasiswa di luar negeri. Mohd Hatta dan beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Belanda dengan organisasi yang dibentuknya yaitu Indische Vereeninging memberi pengaruh yang tidak sedikit dalam memotori perubahan Indonesia untuk mencapai kemerdekaan.
Peran aktivis mahasiswa luar negeri seperti Mohd. Hatta pada waktu itu memang tercatat dalam lembaran sejarah yang membanggakan. Lalu bagaimanakah dengan kita yang sedang diberi kesempatan untuk melanjutkan studi pendidikan di luar negeri? Apa peran yang akan kita berikan untuk Indonesia yang tercinta? Melihat perjuangan rekan-rekan mahasiswa di dalam negeri memang berbeda dengan kita sebagai mahasiswa di luar negeri. Disaat kebijakan pemerintah yang tidak bersahabat dan cenderung merugikan rakyat, rekan kita sesama mahasiswa di dalam negeri bergerak bersama-sama, bukan hanya pemikirannya saja yang diberikan, tetapi juga bergerak dengan tindakan. Sedangkan kita sebagai mahasiswa diluar negeri cenderung seperti penonton yang hanya bisa melihat dari jauh perjuangan rekan-rekan mahasiswa di dalam negeri.
Terus terang saja, mahasiswa Indonesia di luar negeri seperti “mau enaknya saja”-kuliah sampai bergelar tinggi, pulang langsung jadi pejabat atau manajer, atau mungkin akan lebih memilih bekerja di luar negeri demi mendapatkan gaji yang lebih besar dibanding harus pulang ke tanah air untuk membangun Indonesia. Belum lagi dengan ‘kemungkinan’ sikap dan perilaku kebanyakan mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri yang cenderung apatis, pragmatis, hedonis dan cuek akan permasalahan-permasalahan yang melanda bangsa menjadi satu hal yang semakin membuat Indonesia semakin menangis. Tidakkah kita merasa malu pada ceceran darah, keringat, dan rekan-rekan mahasiswa di tanah air yang mengalir dari perjuangannya untuk kebaikan bangsa dan kita-kita juga yang berada di luar negeri? Padahal, peran mahasiswa baik didalam maupun diluar negeri bagi Indonesia sangat diperlukan melihat kondisi Indonesia yang sedang mengalami krisis multidimensional dan ketertinggalannya terhadap negara-negara lain.
Peran mahasiswa luar negeri bagi bangsa
Sebagai mahasiswa yang diberi kesempatan emas untuk merasakan studi di luar negeri, dengan berbagai kelebihan-kelebihan yang didapat sudah ‘seharusnya’ mahasiswa Indonesia yang berada diluar negeri bisa memberikan banyak peran dan kontribusi bagi Indonesia. Mahasiswa Indonesia di luar negeri harus memiliki fungsi dan peran sebagai director of change, agent of social control, dan iron stock. Peran sebagai director of change adalah sebagai perancang, melaksanakan, dan merealisasikan setiap perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik. Peran director of change ini harus dimulai dari diri sendiri. Dengan meningkatkan kualitas diri seperti akhlak,tingkah laku, dan kepribadian menjadikan mahasiswa Indonesia menjadi center of excellence bagi dirinya sendiri dan masyarakat sekitar. Bangsa Indonesia memerlukan peran mahasiswa sebagai agen sebuah perubahan. Kenapa harus mahasiswa yang menjadi agen perubahan? Karena mahasiswa bersifat dinamis, visioner, dan kreatif sehingga menjadikannya tumpuan serta garda terdepan dalam memberi perbaikan bagi bangsa Indonesia.
Peran mahasiswa sebagai agent of social control juga sangat diperlukan bagi bangsa Indonesia, dengan peran ini mahasiswa Indonesia diharapkan memiliki kepekaan, kepedulian, dan memberi kontribusi yang nyata terhadap kondisi masyarakat Indonesia dengan berperan sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. Dengan peka dan peduli terhadap kondisi masyarakat Indonesia, mahasiswa diharapkan mempunyai sense of belonging yang tinggi sehingga mampu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
Satu lagi peran mahasiswa yang harus dimiliki adalah iron stock. Peran ini bermaksud mahasiswa menjadi cadangan bagi masa depan bangsa Indonesia, disaat pemimpin-pemimpin dari kaum tua sudah habis masanya, maka mahasiswalah yang menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan selanjutnya. Sebagai cadangan masa depan bangsa, sudah tentunya sebagai mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, membekali diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian penunjang lainnya merupakan hal wajib untuk dimiliki bagi seluruh mahasiswa Indonesia di baik di dalam maupun luar negeri.
Dengan kondisi berbagai kelebihan yang dimiliki oleh mahasiswa yang melaksanakan studi di luar negeri, sudah seharusnya peran ini bisa dilaksanakan dan bukan hanya sebatas wacana dan tindakan kosong. Apalah artinya menyandang predikat mahasiswa luar negeri dengan berbagai kelebihan yang dimiliki tanpa bisa memberi peran dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara. Apalagi hanya senang menjadi penonton daripada menjadi aktor utama terhadap perubahan Indonesia yang lebih maju, adil dan makmur, serta bermartabat. Semua keputusan ada pada anda semuanya, memilih menjadi penonton atau menjadi aktor utama? Semua tergantung anda.